Obat Batuk Herbal Solusi Obat Pilihan Layak Dicoba

Posted by Neng Novie on

Batuk merupakan respon tubuh yang normal dan sering dianggap sepele. Dr. Titos Ahimsa Sp. PD (Internis) mengatakan jika batuk dibiarkan tanpa pengobatan yang benar bisa saja menjadi sangat mengganggu aktifitas bahkan juga bisa berakibat serius. Oleh karena itu, perlu penanganan yang tepat untuk mengatasi batuk. Salah satunya adalah pemilihan obat batuk yang tepat dan berkualitas.

Sekarang ini telah banyak beredar obat-obatan pereda batuk. Termasuk salah satunya adalah obat batuk yang berbahan dasar herbal. Tapi sekali lagi, bila kita tak pandai memilih, obat batuk yang kita konsumsi bisa saja berdampak kurang baik bagi tubuh kita.

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek

Pakar tanaman obat dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. phil.nat. Sudarsono. Apt mengatakan bahwa obat-obatan herbal memang sangat diminati oleh masyarakat dan sudah digunakan turun temurun sejak jaman dahulu karena memang berdasarkan pengalaman obat-obatan tersebut terbukti berkhasiat. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari pada obat-obatan herbal. Untuk menghasilkan obat herbal yang berkualitas baik, diperlukan proses pembuatan yang baik pula. Salah satu proses terpenting adalah pemilihan bahan baku yang tepat yang ditunjang oleh penelitian yang serius. Selain itu, proses ekstraksi, pemurnian dan pengemasan harus higienis.

Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi, berbagai macam informasi bisa dengan mudah kita dapatkan. Begitu pula dengan wawasan masyarakat Indonesia yang kini sudah semakin maju sehingga pemahaman akan pentingnya hidup sehat secara alami demikian tinggi. Hal tersebut terbukti dengan semakin tingginya minat konsumen terhadap produk-produk yang terbuat dari bahan-bahan alami.

Soal batuk, Senin, (27/11) lalu bertempat di Casablanca Room. Hotel Mulia – Jakarta, PT Deltomed Laboratories, produsen merk Antangin, meluncurkan produk terbarunya yaitu OBHerbal (Syrup obat batuk dalam kemasan 60ml). Lahirnya produk ini telah melalui proses penelitian di laboratorium PT Deltomed Laboratories oleh Team Reset & Development yang dipimpin langsung oleh Drs. Nyoto Wardoyo, Apt bekerja sama dengan tenaga-tenaga ahli yang profesional.

OBHerbal ini mengandung 100% ekstrak alami yang berkhasiat menghangatkan tenggorokan dan meredakan batuk. Kandungan bahan-bahan alami di dalamnya sudah terbukti berkhasiat dan tepat untuk mengatasi masalah batuk. Proses pembuatannya diolah secara modern sehingga menghasilkan produk herbal berkualitas prima.

Kelebihan OBHerbal ini adalah mutu yang terjamin karena di produksi secara modern dan higienis, 100% ekstrak alami (100% terbuat dari tanaman obat berkhasiat), halal (tidak mengandung alkohol), tidak menyebabkan kantuk, selain itu kandungan ekstrak jeruk nipisnya juga dapat berfungsi sebagai anti bakteri alami.
More aboutObat Batuk Herbal Solusi Obat Pilihan Layak Dicoba

Tahukah Anda, Batuk Pilek Menyerang Saluran Pernapasan

Posted by Neng Novie on

Baik batuk maupun pilek merupakan suatu gejala, bukan penyakit. Batuk adalah suatu refleks pertahanan tubuh untuk mengeluarkan dahak, riak, dan benda asing (misal kacang, dsb) dari saluran nafas, sedangkan pilek adalah suatu gejala adanya cairan encer atau kental dari hidung yang disebut ingus.

Obat batuk dan pilek digunakan untuk menghilangkan gejala penyakit sehingga disebut simtomatik. Batuk dan pilek menyerang saluran pernapasan bagian atas dan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Obat batuk dan pilek dapat digunakan bila dirasakan gejala sudah mengganggu.

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek

Obat Batuk

Batuk terdiri dari 2 jenis, yaitu batuk kering (non produktif) dan batuk berdahak (produktif). Untuk mengobati batuk tergantung dari jenis batuk yang diderita.

Obat batuk dibagi menjadi:

  1. Anti-tusif: dekstrometorfan dan difenhidramin
  2. Ekspektoran: guaifenesin, gliseril guaikolat, ammonium klorida, bromheksin dan succus liquiritiae

Antitusif digunakan untuk mengobati batuk kering, sedangkan ekspektoran untuk mengobati batuk berdahak.

Antitusif bekerja dengan menekan rangsangan batuk di pusat batuk yang terletak di sumsum lanjutan (medulla), sedangkan ekspektoran bekerja dengan memperbanyak produksi dahak encer yang menyebabkan kekentalannya mengurangi sehingga mempermudah pengeluarannya dengan batuk.

Obat Pilek

Obat pilek dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Antihistamin: klorpeniramin, difenhidramin, feniramin dan tripolidin.
  2. Dekongestan: pseudoefedrin, efedrin, fenilefrin dan fenilpropanolamin.

Pilek dapat juga disebabkan alergi. Antihistamin (AH1) berguna untuk pengobatan simtomatik berbagai penyakit alergi dan mencegah atau mengobati mabuk perjalanan. Penyakit alergi tipe eksudatif akut dapat diobati oleh AH1 tetapi efeknya hanya membatasi dan menghambat efek histamin yang dilepaskan pada saat reaksi antigen-antibodi terjadi.

Dekongestan bekerja dengan menimbulkan venokonstriksi (penyempitan pembuluh vena) dalam mukosa hidung sehingga mengurangi volume mukosa dan akhirnya dapat mengurangi penyumbatan hidung.

Obat saluran nafas golongan dekongestan digunakan dengan tujuan untuk memperlancar pernafasan di hidung. Bentuk sediaan yang tersedia bisa tablet lepas lambat, sirup dan drop, balsam, inhaler, tetes hidung atau semprot hidung. Untuk semprot hidung baiknya konsultasi dulu ke dokter.

Ketahui Penyebab Batuk dan Pilek

Sebelum memutuskan untuk mencari pengobatan, sebaiknya dicari dahulu penyebab pilek dan batuk tersebut. Untuk pilek dan batuk yang disebabkan oleh alergi sebaiknya menghindari zat penyebab alergi tersebut.

Dalam mencari tahu penyebab batuk dan pilek, anda bisa mencari pertolongan dokter. Untuk mengobati batuk, penting untuk mengidentifikasi jenis batuk penderita apakah batuk kering atau batuk berdahak.

Antihistamin memiliki efek samping dapat menimbulkan kantuk, sehingga penggunaannya disesuaikan dengan aktivitas.

Untuk pemilihan obat saluran nafas yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat batuk dan pilek dengan merk yang berbeda dengan isi yang sama secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan mendapatkan informasi detail obat batuk dan pilek sesuai kebutuhan anda.

More aboutTahukah Anda, Batuk Pilek Menyerang Saluran Pernapasan

Obat Batuk kering untuk Ibu Hamil

Posted by Neng Novie on

Beberapa hari belakangan bunda Dymsi mengalami batuk yang cukup mengganggu, kita tidak berani mengambil resiko dengan minum sembarang obat karena bunda lagi hamil, usia kandungan saat ini kira-kira 6 bulan, takut berpengaruh pada janin. Langkah sederhana yang mudah dilakukan adalah perbanyak istirahat, banyak minum terutama yang hangat-hangat (minuman atau makan sup), minum vitamin c, banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran juga berjemur di pagi hari. Setelah baca-baca di internet, ada yang memberi tahu beberapa obat batuk yang pernah digunakan dan diresepkan oleh dsog mereka seperti OBH (OBH yang tanpa ctm misalnya OBH dari Combiphar -tapi BUKAN OBH Plus), dan Obat batuk Ibu dan Anak. Tapi memang untuk penggunaan obat lebih baik di konsultasikan dengan dsog (dokter spesialis obgyn/kandungan).

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek

Bagaimanapun lebih baik untuk menggunakan obat-obatan dengan bahan alami, ketahui penyebab atau pemicu batuk (alergen) dan hindari, apabila batuk disertai demam biasanya kaena ada infeksi dan ini memerlukan antibiotik. Bila harus mengkonsumsi antibiotik artikel berikut ini bisa menjadi rujukan golongan obat yang aman dan yang lebih baik dihindari oleh ibu hamil. Beberapa resep tradisional alami yang banyak digunakan oleh ibu hamil saat batuk antara lain:

  1. 4 batang sereh dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air, tambahin gula batu secukupnya dan irisan daun jeruk secukupnya, lalu tunggu sampai mendidih dan sisa air kira2 tinggal 1 gelas, lalu diminum hangat2 untuk dikonsumsi 1 hari.
  2. Jeruk nipis diperas ditambah kecap -gunakan kecap yang tanpa pengawet dan msg.
  3. jeruk nipis di iris seperti mau di peras, diolesi kapur sirih, dilewati diatas api sampai air kapur sirihnya kering, baru diperas (kira2 dapat 1 sendok makan), diminum (ini juga manjur untuk pilek)
  4. Kencur diparut, diperas, diminum hasil perasaannya ditambahkan
    sedikit garam
  5. Bubuk kayu manis ditambah madu
  6. Jus mengkudu (matang) diblender, saring ambil airnya campur jeruk
    nipis + madu
    note: mengkudu yang sudah matang benar2 bau, jadi pas mau minum tahan napas
    saja.
  7. pengencer dahak dan iritasi tenggorokan dari jahe : jahe seukuran jari dan air satu gelas, direbus sampai mendidih

Coba saja pakai aromatherapy, soalnya kalau di aku dan anak-anak it works. Kalau batuknya tidak berdahak pakai Chypre saja, kalau berdahak pakai Thyme Flower atau campuran Eucalyptus dan Chypre. Kalau obat tradisional, madu sama jeruk nipis yang sudah dibakar dulu sama kulitnya baru diperas (campur sama madu). Cepat sembuh ya [Dm]

Batuknya karena virus atau karena alergi? Kalau alergi mesti dicari pencetusnya, kalau sudah ketemu harus dihindari, soalnya kalau alergi tidak bisa diobati, begitu ketemu pencetusnya nanti kambuh lagi, tapi kalau karena virus cukup minum air putih hangat sebanyak-banyaknya, istirahat, makan sehat, kalau aku dibantu/ diperingan pakai aromatherapy.
Kalau batuknya kering pakai yang cypre, tapi kalau berdahak biasanya cukup euca dicampur sama greentea saja atau bisa juga jeruk nipis diperas sesendok makan tambah kecap manis, ini sih kalau menurutku vitamin c dosis tinggi, dan kecapnya untuk manisnya saja. Semoga membantu
More aboutObat Batuk kering untuk Ibu Hamil

Obat Batuk Pilek untuk Ibu Hamil

Posted by Neng Novie on

Bermacam-macam keluhan terjadi sejak awal kehamilan, salah satunya adalah batuk dan pilek. Mau minum obat, tapi takut tidak aman untuk kehamilan. Cek dulu obat yang aman dan tidak aman untuk batuk dan pilek berikut.

Tidak ada obat yang manjur untuk menghilangkan keluahan batuk, pilek, serta infeksi virus flu yang diderita ibu hamil. Normalnya, keluahan ini akan hilang sendiri setelah berisitirahat total selama 2 – 3 hari.

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek

Obat aman:

  • Parasetamol
  • Madu ditambah peppermint, diseduh dengan air hangat
  • Mentol dan minyak kayu putih untuk mengatasi hidung tersumbat
  • Permen pelega tenggorokan
Obat tidak aman:
  • Obat batuk/pilek/flu yang mengandung campuran beberapa senyawa berbahaya, seperti kafein, alkohol, kodein, efedrin, dan dekstrometrorfan, karena dapat meningkatkan tekanan darah Anda dan memicu denyut jantung janin.
  • Vitamin C dosis tinggi, dapat membahayakan perkembangan janin.
Terapi alternatif:
  • Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang banyak keluar dalam bentuk pilek.
  • Minum jus jeruk atau blackcurrant yang akan membantu menambah kadar vitamin C.
  • Minum campuran jeruk nipis dan madu yang diseduh air hangat.
  • Hirup uap hangat dari air hangat yang ditetesi minyak pelega hidung tersumbat, seperti mentol, atau minyak kayu putih.
Jika mungkin, hindari sebisa mungkin konsumsi obat. Selain beristirahat dan mencoba terapi alternatif, Anda juga perlu menyediakan sekotak tissue untuk ‘melawan’ pilek. Bila dahak Anda kental dan berwarna kuning kehijauan, konsultasikan ke dokter.
from AyahBunda
More aboutObat Batuk Pilek untuk Ibu Hamil

Obat Batuk kering untuk Anak

Posted by Neng Novie on

Akibat pusiiiing tujuh keliling ngeliat kondisi anak pertama-ku yang bolak balik batuk pilek setelah mulai preschool nya, sampe bosen ngasih minum obaaaaaat mulu, di tambah ati gak tega juga ngeliatnya, anak kok minum obat terus..

Ku mau coba resep2 tradisional yang ku dapet dari milis ayahbunda online, moga2 bisa bantu ringan'in batuk pilek-nya anak-ku....

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek

Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.
Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Sengaja ku tulis di sini, biar besok2 ke depannya gampang nyarinyaa... ayoook sapa yang mau bagi2 resep rahasia, silakan banget di tulis di sini, thanks before!

More aboutObat Batuk kering untuk Anak

Obat Batuk Pilek Anak 1 Tahun

Posted by Neng Novie on

"Anak batuk pilek? Ah gampang aja, tinggal beli obatnya di apotek, berikan kepada anak, biarkan ia tidur, dan besoknya batuk pilek pun berkurang deh," begitu komentar ibu Dani, dengan entengnya.

Pengalaman Ibu Dian lain lagi. Ia pernah memberi anaknya obat batuk yang dijual bebas di warung terdekat. "Saya pilih obat yang iklannya sering diputar di televisi. Eh, enggak tahunya batuk anak saya semakin menjadi-jadi, setiap malam tidur kami sering terganggu karena mendengar anak uhuk..uhuk…" Tidak cuma itu, obat tersebut membuat asma yang diderita anaknya sejak bayi kumat. "Setelah konsultasi dengan dokter, ternyata saya baru tahu kalau keliru memilih obat. Obat itu tidak cocok untuk penyandang asma atau yang ada keturunan asma," ungkapnya.
Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek
Memang, banyak orangtua beranggapan obat bebas di pasaran boleh dipakai dengan bebas pula. Padahal tidak demikian kenyataannya. Meskipun banyak obat pereda batuk dan pilek digolongkan sebagai obat bebas, tetap saja pemakaian sembarangan dapat menimbulkan bahaya. Bahkan, FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat yang sering menjadi acuan dunia, melarang orangtua memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas kepada anak di bawah dua tahun. Ini meliputi seluruh obat-obatan berkomposisi dekongestan (pelega saluran napas), ekspektoran (pengencer dahak), antihistamin (mengurangi hidung meler dan bersin), dan antitusif (pereda batuk tanpa dahak). Apa saja risikonya? Antara lain memicu epilepsi, membuat jantung berdebar, dan mengurangi kesadaran.

Lebih dari dua tahun lalu, U.S. Center for Disease Control and Prevention melaporkan, 1500 bayi dan batita masuk ruang gawat darurat setelah mengalami efek samping obat pilek OTC (over the counter/dijual bebas). Lalu pada 2007, FDA melaporkan 54 anak kehilangan nyawa akibat dekongestan dan 69 anak karena antihistamin dari 1969 hingga 2006. Kebanyakan korban berusia di bawah dua tahun, di mana sistem saraf otonomnya belum "matang". Fungsi pernapasan dan pencernaan anak juga berbeda dengan orang dewasa, sehingga seperti sudah dibuktikan lewat penelitian, obat batuk pilek yang beredar di pasaran tidak efektif bagi bayi dan anak batita. Bahkan efeknya tidak jauh berbeda dari plasebo (www.fda.gov, Januari 2008).

Ini diamini dr. Adi Tagor, DPH, Sp.A, dari Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta yang sudah lama mendapatkan salinan peringatan FDA tersebut. "Anak-anak di bawah dua tahun sebaiknya mendapatkan fisioterapi atau terapi alternatif seperti obat herbal, bukan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran."

Namun, untuk anak berusia di atas dua tahun pun, orangtua harus tetap berhati-hati memilih obat batuk pilek yang beredar di pasaran. Tidak semua komposisi obat tersebut aman buat anak terutama, kata Adi, golongan obat dekongestan seperti pseudoefedrin, etilefedrin, atau fenilefrin. "Jika diberikan dengan dosis rendah mungkin efeknya tidak terlalu berbahaya. Namun jika dosisnya di atas yang dianjurkan, maka dapat berakibat fatal. Ada beberapa kasus fatal yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu, seperti dilaporkan Prof. Iwan Darmansjah, Sp.FK."

Memang, diakui Adi, beberapa obat itu ada yang berefek cespleng. "Ini juga berlaku buat obat batuk berdahak, karena lendir di tenggorokan harus dikeluarkan, bukannya malah ditahan/ditekan.

"Setelah obat diminum, hidung anak terasa kering alias tidak meler lagi. Orangtua langsung senang karena menganggap pilek anak telah sembuh. Padahal, ada bahaya yang mengancam di balik itu. Lendir bukannya hilang tetapi tertekan dan menggumpal di saluran pernapasan." Bahayanya, lendir itu dapat menjadi media pertumbuhan kuman yang kemudian masuk ke paru-paru dan menyebabkan radang paru. Sedangkan jika naik ke kuping bisa menyebabkan congekan. Jadi, semua lendir yang merupakan reaksi pertahanan tubuh terhadap penyakit seharusnya dikeluarkan dengan cara-cara lain yang lebih tepat, bukan ditahan atau ditekan. Beberapa obat pilek juga dapat menggumpalkan lendir di tenggorokan. Kejadian ini dapat memperparah asma anak. Oleh karenanya mintalah saran pada dokter, terutama jika usia anak kurang dari 2 tahun.


LAIN BATUK, LAIN PULA OBATNYA

Adi mengingatkan, pilek atau flu merupakan penyakit yang disebabkan virus. Semua penyakit infeksi virus pada 3 hari pertama akan bergejala yang disebut ILI (influenza like illness). Ditandai dengan hidung meler, tersumbat, bersin-bersin, dan demam. Nah, penyakit pilek dan flu umumnya akan sembuh sendiri setelah lima hari, tentu jika dibarengi dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang cukup. Jadi, tanpa diobati pun, penyakit flu atau pilek akan sembuh sendiri.

Jika batuk dan pilek tak kunjung reda, gejala ini harus diatasi sesuai penyebabnya yang lain. Batuk yang disertai demam, biasanya mengharuskan dokter memberikan obat antibiotika. "Kondisi lingkungan tanah air yang cukup buruk dari segi endemiknya kuman, juga tingginya polutan udara, membuat bibit penyakit tumbuh subur, sehingga rawan mendompleng pada batuk pilek anak. Tandanya bakteri sudah mendompleng adalah timbulnya demam tinggi selama beberapa hari."

Sedangkan batuk dan pilek yang disebabkan alergi tidak akan mempan diobati dengan obat apa pun jika pencetus alerginya tidak dihindari. Jelas, kan, mengobati batuk dan pilek tidak bisa sembarangan. Belum lagi, ada anak yang alergi terhadap golongan obat tertentu. Kesimpulannya, orangtua jangan mengambil risiko, apalagi jika usia anak masih di bawah dua tahun. Lakukan konsultasi dengan dokter jika batuk pilek disertai demam tinggi di atas 39,4° C meskipun baru satu hari, atau 37,8° C hingga hari kedua. Batuk pilek dengan gejala sering buang air kecil dan sakit telinga pun harus segera diperiksakan ke dokter terdekat.


PAKAI CARA ALTERNATIF

Adi menjelaskan, tidak ada obat yang efektif mengatasi gangguan batuk pilek. Yang ada hanya meringankan gejalanya. Jadi, lebih baik lakukan dulu cara-cara yang aman:

1. Berikan banyak minum. Cairan yang banyak dapat melegakan saluran pernafasan anak. Selain membantu membersihkan lendir bagi anak yang sedang batuk. Orangtua dapat menyuguhkan air mineral atau jus, juga menghindangkan sup ayam sebagai menu makan.

2. Minta anak untuk beristirahat. Hentikan sementara aktivitas sekolah atau bermain selama batuk pilek. Ini untuk mencegah penularan batuk pilek kepada anak lain, disamping membuat daya tahan tubuh anak meningkat.

3. Pastikan udara di kamar atau rumah bersih.

4. Jika lendir di hidung sudah mengganggu pernapasan anak, gunakan tetes garam murni (NaCl) untuk menghancurkannya. Larutan ini dapat dibeli di apotek terdekat.

5. Lembapkan udara di kamar anak dengan cara menyediakan ember berisi air panas agar uapnya menyebar. Uap air dapat mengencerkan dan membantu mengeluarkan lendir.


TIPS AMAN UNTUK ANAK 2 - 6 TAHUN

1. Jika terpaksa membeli obat yang dijual bebas, pastikan obat itu aman. Bila perlu konsultasikan dengan dokter. Bisa dengan telepon, konsultasi interaktif dokter di internet, dan lain-lain.

2. Perhatikan dan lihat komposisi dan efek samping obat. Pelajari, juga indikasi dan kontraindikasi obat tersebut. Jika ragu, jangan diberikan. Lebih baik datang ke klinik dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.

3. Ikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar, termasuk dosis dan frekeuensi pemakaian. Gunakan hanya sendok bawaan obat tersebut, jangan gunakan alat takar sendiri seperti sendok makan di rumah. Ingat, dosis obat berlebih dapat membahayakan kesehatan anak.

4. Hentikan pemakaian jika menimbulkan efek seperti jantung berdebar, pusing, muntah, dan lain-lain.

5. Obat-obatan atau terapi tradisional lebih baik dan efektif untuk anak, terutama yang usianya di bawah 2 tahun.


CEGAH BATUK PILEK DI RUMAH

Adi menjelaskan, ada beberapa tindakan terbaik untuk mencegah penularan batuk pilek. Antara lain:

1. Jaga kebersihan. Ajari anak supaya rajin mencuci tangannya dengan sabun. Dalam kondisi darurat, penggunaan gel atau tisu beralkohol juga sangat membantu. Jaga kebersihan mainan dan perlengkapan anak lainnya.

2. Hindari percikan ludah atau ingus dari orang yang bersin dan batuk. Jika tisu jauh dari jangkauan dan hidung sudah terasa gatal, gunakan tangan sebagai pelindung lalu cucilah tangan itu hingga bersih.

3. Hindari berbagi perlengkapan makan, tisu, gelas, handuk, dan lain-lain dengan si sakit. Alangkah lebih baik jika masing-masing anggota keluarga memiliki perlengkapan masing-masing.

4. Jauhkan orang yang sakit batuk pilek dari anak. Utamanya di beberapa hari pertama sakit, dimana risiko penularannya sangat tinggi.
More aboutObat Batuk Pilek Anak 1 Tahun

Obat Batuk Pilek Tradisional; untuk Bayi/Balita

Posted by Neng Novie on

Obat tradisional batuk pilek anak dengan memanfaatkan jahe. Jahe, selain bisa dibuat minuman enak wedang jahe juga bisa untuk obat tradisional batuk pilek anak.

Berikut cara membuat ramuan sebagai obat batuk pilek anak dari jahe:

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek
Bahan:
1 ibu jari rimpang jahe, kupas, cuci bersih
2 gelas air
Gula batu atau gula aren


Cara membuat:
Rebus jahe dengan 2 gelas air hingga mendidih, kurang lebih selama 15 - 20 menit. Setelah selesai, dinginkan, lalu saring. Tambahkan gula batu (jika anak anda mengalami batuk), atau tambahkan gula aren (jika anak anda mengalami pilek).

Dosis pemakaian:
Usia 2-5 tahun: 2 x sehari 1/2 gelas
Usia 6 - 12 tahun 2 x sehari 1 gelas
More aboutObat Batuk Pilek Tradisional; untuk Bayi/Balita

Obat Batuk Pilek untuk Bayi

Posted by Neng Novie on

Duh, enggak tega rasanya bila melihat si kecil yang masih bayi terserang batuk dan pilek. Kalau hidungnya tersumbat, tidurnya jadi tak nyenyak. Dari dadanya juga terdengar suara grok...grok...grok. Harus bagaimana, ya?

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek

Imbauan ASI eksklusif jelas tidak main-main. Kalau bayi dilahirkan dengan kondisi sehat, pertumbuhan berat badannya sesuai standar dan ia memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, boleh dijamin ia akan terbebas dari segala macam penyakit. "Kalaupun sakit, biasanya sangat ringan dan bisa diredakan dengan pemberian ASI saja. Apalagi pada bulan-bulan pertama, bayi masih memiliki antibodi milik ibunya yang diperoleh lewat ari-ari. Jadi sebenarnya ia bisa bebas dari penyakit," ungkap dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A.

Tradisi yang tidak mengizinkan bayi keluar sebelum usia 40 hari ada benarnya karena membuatnya jadi tak terpajan pihak luar. Lewat usia 6 bulan biasanya lingkungan bayi makin meluas. Nah, setelah usia 6 bulan barulah penyakit biasanya mulai menjangkiti si kecil. Mengapa? Pertama, saat usia 6 bulan peran ASI mulai berkurang dengan adanya makanan tambahan semipadat. Kedua, setelah usia 6 bulan, bayi mulai mengenal lingkungan luar selain keluarganya.

Bahkan pada kenyataannya, sebelum usia 6 bulan banyak bayi yang sudah terserang batuk pilek. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena ia tak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan. "Akhirnya jumlah antibodi dalam tubuh bayi berkurang dan bayi jadi gampang sakit," ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ini.

PENYAKIT RINGAN

Namun sekali lagi, penyakit yang menjangkiti bayi biasanya merupakan penyakit ringan dan penyebabnya adalah virus. "Karena penyebabnya virus, mestinya batuk-pileknya tidak buru-buru diberi antibiotik. Antibiotik tidak dapat membunuh virus," tukasnya.

Tak perlu juga buru-buru memberinya obat karena obat yang dibilang ringan pun selalu memiliki efek samping. "Jangan lupa, organ tubuh bayi belum matang. Oleh sebab itu, bila penyakitnya tidak berbahaya tak perlu diberi obat," saran Waldi.

Sebagai langkah awal, cari penyebab batuk si kecil. Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya "didesain" untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. "Yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC," kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. "Namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur."

BERI BANYAK MINUM

Nah, bagaimana dengan penanganan batuk-pilek si kecil? Untuk memperlancar hidung bayi yang tersumbat tetesi dengan larutan NaCl fisiologis yang bebas dibeli di mana saja dengan harga relatif sangat terjangkau. Larutan tersebut berfungsi mencairkan lendir dan biasanya dijual dengan kemasan 25 ml dan bertuliskan Sodium Chloride 0,9 %. "NaCl fisiologis bukan obat tapi larutan yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat diteteskan pada hidung bayi sesering mungkin tanpa menimbulkan efek samping."

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. "Balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya."

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

GEJALA RAWAN

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. "Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu."

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. "Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, " ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi higga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. "Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. "

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi Anda ke dokter yang berkompeten.

IMUNISASI TETAP BERLAKU

Yang perlu diketahui, anggapan bahwa bayi sakit tak boleh diimunisasi sebenarnya kurang tepat. Jika bayi terjangkit penyakit ringan seperti batuk pilek, maka secara teori jadwal imunisasinya tak perlu terganggu. Saran Waldi, kalau sudah tiba jadwal imunisasi, walau sedang flu, sebaiknya bayi tetap dibawa ke dokter. "Biar dokter yang memutuskan melalui pemeriksaan. Bila kondisi bayi baik, dokter akan tetap memberi imunisasi. Sebaliknya bila sakitnya ternyata agak berat, imunisasi akan ditunda."

Lain halnya dengan bidan yang umumnya akan menunda imunisasi bila orang tua melaporkan kondisi si kecil sedang tak sehat. "Ini wajar karena bidan tidak bisa menentukan ringan tidaknya penyakit yang diderita bayi."

More aboutObat Batuk Pilek untuk Bayi

Obat Batuk Pilek untuk Anak

Posted by Neng Novie on

Alhamdulillah banyak manfaatnya ikutan milis tentang dunia anak, jadi banyak info yang didapat terutama untuk kesehatan anak-anak tercinta.

Aku share deh disini, supaya bermanfaat buat yg membacanya juga..

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek

PILEK

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu.

Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu

Tatalaksana:

v Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

v Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.

v Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

v Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

v Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

v Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

Pencegahan:

v Sering cuci tangan

v Hindari kontak erat dengan penderita flu

v Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.

Kapan menghubungi dokter?

v Persistent cough, fever > 72 hours

v Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru

v Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.

RADANG TENGGOROKAN

v Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik.

v Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.

Tatalaksana

  1. Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.
  2. Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.
  3. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).
  4. Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.

BATUK

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.

Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.

Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.

Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.

Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.

Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.

Tatalaksana :

M Cari PENYEBAB batuk.

Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

v Minum banyak yang hangat misalnya lemon

v Jangan ada asap rokok

v Rangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

v Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi

v NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik

v NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.

Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !
More aboutObat Batuk Pilek untuk Anak

Obat Batuk kering Tradisional

Posted by Neng Novie on

Obat Batuk, Obat Batuk Tradisional, Obat Batuk Alami, Obat Batuk Berdahak, Obat Batuk Herbal, Obat Batuk Kering, Obat Batuk Anak, Obat Batuk Bayi, Obat Batuk Ibu Hamil, Obat Batuk Pilek
Coba bikin wedang jahe. Caranya jahe sebesar dua jempol diparut (serated) terus di masak dengan dua cangkir air sampai mendidih. Saring rebusan tersebut. Masukkan madu tiga atau empat sendok makan. Peraskan satu lemon. Aduk hingga sebati. Minumlah panas panas.

It will burn your chest and hopefully you will feel better.

Take care.

--------------------

untuk batuk kering gunakan obat batuk yang mengandung antitusif dextromethorphan HBr (Romilar). OBH dan mextril kurang baik untuk batuk kering. mextril juga sebaiknya digunakan untuk batuk yang disertai demam karena mengandung paracetamol. kalo cuma batuk aja kombinasi paracetamol tidak diperlukan.
jika sakit berlanjut hubungi dokter untuk mencari penyebab sakitnya, misalnya alergi bahan tertentu, radang di tenggorokan, atau sebab lainnya biar targetnya jelas.

------------------------


More aboutObat Batuk kering Tradisional